Ilmu Perpustakaan & Informasi

diskusi dan ulasan ringkas

Sisi Pandang Kognitif

Posted by putubuku pada April 24, 2008

Para peneliti bidang sistem informasi dan ilmu informasi semakin gemar menggunakan ‘sisi pandang kognitif’ (cogntive viewpoint) yang agak berbeda dari kognitivisme (cognitivism). Menurut Ingwersen (1992), salah satu tokoh yang berperan dalam pengembangan sisi pandang kognitif ini adalah M. De Mey yang pada tahun 1977 mengajukan sebuah makalah di Lokakarya Cognitive View Point di Ghent. Pemikiran De Mey segera menarik perhatian para peneliti sistem informasi, khususnya sistem temu-kembali informasi, karena ia mengaitkan kognisi manusia dengan pemrosesan informasi. Bagi De Mey, setiap pemrosesan informasi (baik oleh mesin maupun oleh manusia) selalu mengandung pengkategorian (categorizing) dan pengenaan konsep (conceptualizing).

Kategori dan konsep ini sebenarnya adalah sebuah cara pandang (atau model/tiruan) seseorang (atau sebuah mesin) tentang dunia sekelilingnya. Dalam teori-teori kognisi, model ini mengandung struktur pengetahuan atau struktur kognisi yang terbangun sepanjang hidup seseorang, sebagai hasil dari pengalamannya dan kontak-kontak sosialnya. 

Sebagaimana diulas oleh Cornelius (2002), pandangan kognitif tentang informasi yang diusulkan De Mey ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Brookes, Belkin, dan Wersig. Konsep para pionir inilah yang kemudian dipromosikan secara amat gigih oleh Ingwersen.

Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia (biasa disebut straightforward cognitivism). Dalam konteks informasi, pandangan kognitif  menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Para penganut pandangan kognitif ingin menyelidiki kaitan antara proses ini dengan pembentukan makna/artian (meaning) dan bukan hanya dengan proses manipulasi simbol yang sederhana. Selain itu, pandangan ini juga menekankan pada fenomena kondisi kognitif perorangan (individual cognitive states) sehingga sering juga dikritik sebagai terlalu individu-sentris.

Cognitive viewpoint menggunakan dan mengadaptasi sebuah model transfer informasi yang kemudian sangat mempengaruhi penelitian information retrieval. Model ini berbentuk fungsi persamaan, dibuat oleh Brookes pada tahun 1980 dengan nama ‘fundamental equation of information science’:

 K(S)+DI= K(S+DS)

dalam persamaan di atas, maka informasi I  selalu diartikan sebagai  informasi yang terstrukut (DI). Sewaktu informasi ini ditambahkan kepada struktur pengetahuan tertentu, maka akan menghasilkan efek sedemikian rupa sehingga struktur pengetahuan itu berubah, dan efek itu terlihat sebagai DS.

Walaupun sudah dikembangkan oleh berbagai orang, terutama oleh Ingwersen, persamaan yang dibuat Brookes itu tidak berkembang menjadi teori utama dalam information retrieval, walaupun sudah menimbulkan berbagai inspirasi penelitian. Menurut Cornelius, ada tiga sebab mengapa teori Brookes kurang laku:

  1. Pada umumnya orang tidak menggunakan rumus itu dalam konteks pembicaraan sebagaimana ketika Brookes membahasnya. Brookes sebenarnya ingin membahas pengertian informasi secara lebih luas sebagai ‘dasar’ dalam ilmu informasi, sementara para pemakainya menggunakan lebih sempit di bidang information retrieval saja.
  2. Teori Brookes dianggap tidak memperlihatkan konteks sosial, sehingga dijuluki sebagai pandangan subjektif-individualis, pahadal pandangan ini di dalam ilmu informasi itu sendiri juga punya posisi lemah.
  3. Rumus Brookes juga dianggap kurag lengkap karena tidak menjelaskan bagaimana informasi terstruktur berubah menjadi pengetahuan terstruktur. Juga tidak terlalu jelas, apa yang dimaksud dengan struktur, dan bagaimana ‘informasi bisa menjadi terstruktur’?

Terlepas dari kelemahan-kelemahan di atas, pandangan Brookes tentang informasi dan kognisi sudah melahirkan aliran baru dalam ilmu perpustakaan dan informasi. Salah satu tokoh yang kemudian muncul, tentu saja, adalah Nicholas J. Belkin. Ia mengembangkan paham kognisi menjadi lebih lengkap sebagai bagian dari teori-teori informasi.

Dalam sebuah tulisannya, Belkin ( 1978 ) menyatakan bahwa ilmu informasi sebenarnya mempersoalkan:

facilitating the effective communication of desired information between human generator and human user” (hal. 58).

Jadi, bagi Belkin, informasi menjadi bermakna (atau terstruktur) ketika ia dibutuhkan dalam komunikasi antara pencetus (manusia) dan pengguna (manusia). Berdasarkan ini, Belkin kemudian 5 bidang yang harus dipelajari dalam ilmu informasi, yaitu:

  1. Transfer informasi di antara manusia sebagai bagian dari sistem komunikasi kognitif.
  2. Konsep tentang informasi yang diinginkan (desired information)
  3. Efektivitas sistem informasi dan transfer informasi.
  4. Hubungan antara informasi dan pencetusnya.
  5. Hubungan antara informasi dan penggunanya.

Ingwersen kemudian mengembangkan pandangan Belkin dan mengerucutkan topik diskusinya pada peran sistem temu-kembali informasi (information retrieval) dalam hubungan antara pencentus informasi, perantara, dan pengguna. Topik tentang sistem temu-kembali ini pun kemudian menjadi populer dalam penelitian-penelitian ilmu perpustakaan dan informasi.

Bacaan:

Belkin, N.J. (1978), “Information concepts for information science”, dalam Journal of Documentation, vol. 34, hal. 55 – 85.

Cornelius, I. (2002), “Theorizing information for information science”, dalam Annual Review of Information Science and Technology, Cronin, B. (ed.), vol. 36, Medford, NJ : Information Today Inc, hal. 339-425.

Ingwersen, P. (1992), Information Retrieval Interaction, London : Taylor Graham, dapat diambil secara lengkap di http://vip.db.dk/pi/iri/index.htm

Satu Tanggapan to “Sisi Pandang Kognitif”

  1. atikswt@yahoo.com said

    Pak Putu Yth,
    Saya sangat tertarik dengan uraian bapak tentang definisi ilmu informasi dari pandangan2 Richard Rubin sampai keBelkin. Namun ada yang membuat saya penasaran tentang cognitive viewpoint dari Brookes. tlg dituliskan sumber dari Broke ini ya Pak?
    Tks.Selamat berkarya terus pak Putu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: