Ilmu Perpustakaan & Informasi

diskusi dan ulasan ringkas

Ragam Perilaku Informasi

Posted by putubuku pada April 4, 2008

T.D. Wilson adalah salah satu ilmuwan yang sangat aktif menulis tentang perilaku informasi. Karya-karyanya banyak dikutip oleh para peneliti bidang informasi sejak ia mengeluarkan serangkaian model pada tahun 1981. Wilson juga dapat dianggap sebagai orang yang memperjelas perbedaan antara berbagai istilah yang digunakan dalam penelitian perilaku informasi. Dia menyajikan beberapa definisi, yaitu:

Perilaku informasi (information behavior) yang merupakan keseluruhan perilaku manusia berkaitan dengan sumber dan saluran informasi, termasuk perilaku pencarian dan penggunaan informasi baik secara aktif maupun secara pasif. Menonton TV dapat dianggap sebagai perilaku informasi, demikian pula komunikasi antar-muka.

Perilaku penemuan informasi (information seeking behavior) merupakan upaya menemukan informasi dengan tujuan tertentu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Dalam upaya ini, seseorang bisa saja berinteraksi dengan sistem informasi hastawi (suratkabar, sebuah perpustakaan) atau berbasis-komputer (misalnya, WWW).

Perilaku pencarian informasi (information searching behavior) merupakan perilaku di tingkat mikro, berupa perilaku mencari yang ditunjukkan seseorang ketika berinteraksi dengan sistem informasi. Perilaku ini terdiri dari berbagai bentuk interaksi dengan sistem, baik di tingkat interaksi dengan komputer (misalnya penggunaan mouse atau tindakan meng-klik sebuah link), maupun di tingkat intelektual dan mental (misalnya penggunaan strategi Boolean atau keputusan memilih buku yang paling relevan di antara sederetan buku di rak perpustakaan) .

Dalam bahasa Inggris seeking dibedakan dari searching. Di Indonesia selama ini keduanya diterjemahkan sebagai “mencari”, lawan-kata dari menelusur secara serampangan, atau merawak (browsing). Menurut penulis, sesuai uraian Wilson di atas, seeking bersifat lebih umum walaupun tidak seserampangan browsing, sedangkan searching bersifat lebih khusus dan terarah. Sebab itu, information seeking adalah upaya menemukan informasi secara umum, dan information searching adalah aktivitas khusus mencari informasi tertentu yang sedikit-banyaknya sudah lebih terencana dan terarah.

Perilaku penggunaan informasi (information user behavior) terdiri dari tindakan-tindakan fisik maupun mental yang dilakukan seseorang ketika seseorang menggabungkan informasi yang ditemukannya dengan pengetahuan dasar yang sudah ia miliki sebelumnya.

Kita dapat melihat di uraian di atas, bahwa ketika membahas perilaku informasi, Wilson tidak memasukkan persoalan data, karena perhatiannya adalah kepada proses transfer antara sistem dengan pengguna, dan hanya informasi lah yang berada dalam proses tersebut. Istilah ‘pengetahuan’ (knowledge) juga dihindari karena Wilson rupanya tidak melihat ‘pengetahuan’ sebagai entitas yang dapat dipindah-pindahkan. Hanya informasi tentang pengetahuan itulah yang dapat direkam dan dipakai oleh orang lain, dan informasi tidak lain adalah wakil (surrogate) dari pengetahuan yang tidak komplit.

16 Tanggapan to “Ragam Perilaku Informasi”

  1. radits said

    Saya sudah membaca beberapa tulisan bapak tentang perilaku informasi. Tulisan yang terakhir saya baca adalah materi seminar di STIKOM Surabaya lalu. Selain teori dari Wilson, Eliis, Dervin, dll, apakah ada teori baru tentang perilaku informasi?? terima kasih…
    Saya rasa blog ini sangat bermanfaat….

  2. putubuku said

    Hai Radits, sejauh ini berbagai teori perilaku informasi yang tersaji di blog ini memang adalah teori-teori populer. Ada sebuah buku yang meringkas tak kurang dari 30 teori, judulnya Theories of Information Behavior, Fisher, K.E, S. Erdelez, dan L. Mc Kehnie (ed.), Medford, N.J. : Information Today Inc., tapi saya belum selesai membacanya🙂

  3. radits said

    terima kasih balasannya…
    saya tunggu tulisan-tulisan tentang teori yang lain…:)

  4. Pak saya Mahasiswa IIP FISIP UNAIR, bingung mencari judul sekaligus TEORI untuk mata kuliah Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan,

  5. putubuku said

    Anof, kalau bingung baca terus blog ini🙂 mungkin juga akan tambah bingung🙂 Kalau mau diskusi, masuk saja ke http://groups.yahoo.com/group/pustakawan_meneliti. Di sana juga banyak orang ‘bingung’, kok.. Tapi ‘bingung-positif’.. halaahhh..🙂

  6. ananta said

    aq bingung nih pak, kq masalah buku buku tentang teori informasi di indonesia sangat jarang sekali, apalagi pakek bahasa kita, bahasa indonesia…..

  7. ananta said

    terus itu lagi pak, masalah teori informasi juga, apakah teori informasi termasuk dapat dijadikan suatu acuan untuk usaha di bidang jasa gitu ya pak…..kan aq mikirnya.kita belajar kan harus ada implementasinya……

  8. putubuku said

    Ananta, kayaknya emang nggak bisa langsung: dari teori ke bisnis/usaha dagang. Teori kan lebih untuk mengenal, mengetahui, dan memahami fenomena umum di bidang perpustakaan dan informasi. Lalu, kalau sudah cukup punya pengetahuan (cukup banyak baca teori), seseorang diharapkan lebih paham situasi-kondisi bidang informasi. Lalu, kalau sudah lulus sekolah (sudah terbukti paham), seseorang bisa lebih kreatif bekerja atau berjualan di bidang informasi, sebab dia sudah paham seluk beluk informasi. Memang ada saja orang yang sangat kreatif tanpa perlu sekolah atau tanpa perlu teori.. Orang jenius, gitu namanya. Tetapi berapa sih jumlah yang kayak gini. Sebagian besar orang perlu belajar sebelum bisa berhasil. Nggak apa-apa kalo kita termasuk satu di antara sebagian besar itu, kan? Jadi, belajar aja terus yang rajin..🙂 nasehat orang tua neh.. :-))

  9. ananta said

    ini pak….kan aq mau ngadakan munas 3 HMPII(Himpunan Mahasiswa Perpustakaan Informasi Indonesia)…..tapi masih bingung masalah pembicara yang berlompeten dalam ilmu perpustakaan….maksud saya gini,apakah bapak bisa merekomendasikan seseorang yang berkompoten dalam ilmu perpustakaan untuk bisa di undang menjadi pembicara………..

  10. aLee said

    pak saya pernah membaca tentang perilaku informasi,,dan dalam perilaku informasi itu ada banyak model-model perilaku informasi seperti model ellis,dervin,kulthau,wilson…
    yang pengen saya tanyakan :
    apakah model2itu dapat dikatakan sebagai teori??klo tidak kenapa?
    truz dari kesemua model perilaku informasi yang ada kelihatanya kok hampir sama ya, cuman ada tambahan-tambahan yang sebenernya hampir sama antara satu dengan yang lain..perbedaan mendasarnya apa pak??
    apakah perbedaanya hanya terletak pada sample yang diambil sehingga menghasilkan model yang berbeda??

  11. putubuku said

    @ALee – perbedaan antara “model” dan “teori” dapat kamu baca di halaman “Ahh.. ‘Cuma’ Teori” di blog ini. Kalau menggunakan kriteria, karya Dervin lebih tepat dikatakan sebagai teori, sementara karya Ellis adalah sebuah model.

    Mengenai persamaan antara berbagai teori, menurut saya itu menandakan bahwa teori-teori tersebut saling mendukung, dan secara bersama-sama teori tersebut sudah “menemukan” perilaku informasi manusia pada umumnya.

    Mengenai “sample”, tentu saja bisa berbeda di setiap penelitian. Tetapi sebenarnya sebuah teori tidak mempersoalkan “sample”, karena isi sebuah teori adalah generalisasi (kesimpulan). Kalau mau mempersoalkan “sample” tentu lebih tepat ketika kita ngomong soal metode.

    Emang, sih… blog ini masih belum banyak menyentuh metode. Sabar aja deh.. yang nulis lagi males nulis tentang metode🙂

  12. adhe said

    kok disini penuh sesak dengan mahasiswa dari IIP fisip unair. aku juga mau ikutan ah…🙂

    Pak Putu, kapan ngajar kuliah umum di UNAIR lagi… kami sangat mengharapkan kehadiran anda, karena selama ini saya (maksud saya kami :D) telah ketinggalan jejak ilmu perpustakaan…

    andaikan saya punya link disini… 🙂 he.. he.. he..

  13. salam pak…..pak apakah saya bisa mintak tolong……ini pak aku ada tugas buat penelitian, tapi literaturnya kuarang…..masalah kebutuhan informasi….

    apakah bapak bisa mempublikasikan artikel tentang kebutuhan infomasi

  14. putubuku said

    @ Ananta, silakan baca di sini: https://iperpin.wordpress.com/2008/10/11/informasi-dibutuhkan-diinginkan-diperlukan/ mudah-mudahan ada gunanya.

  15. yunus said

    ringkas tapi padet…

  16. nie said

    pak, saya kesulitan mencari buku tentang perilaku informasi, untuk bahan skripsi saya… saya bisa dapat dari mana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: