Ilmu Perpustakaan & Informasi

diskusi dan ulasan ringkas

Definisi Vickery & Vickery

Posted by putubuku pada Maret 30, 2008

Menurut Vickery dan Vickery (1987) ilmu informasi muncul dari persoalan komunikasi dalam masyarakat, terutama yang menyangkut transfer informasi dari sumber ke pengguna, dan terutama lagi transfer yang menggunakan sebentuk dokumen. Dalam dunia moderen, transfer dokumen ini meningkat dan menimbulkan berbagai persoalan. Fenomena tentang transfer dokumen inilah yang menurut mereka menimbulkan kegiatan pengelolaan. Pada awalnya kegiatan pengelolaan ini dilakukan sebagai “craft, with skills often learnt by apprenticeship” (pertukangan, berdasarkan keterampilan yang didapat lewat latihan magang). Baru belakangan ada upaya membuatnya ilmiah.

Ketika menjadi ilmiah, menurut Vickery & Vickery,  muncullah tiga wilayah studi, yaitu:

  1. Kajian di kalangan pihak yang berurusan dengan pengelolaan pengetahuan berdasarkan subjeknya (subject organization of recorded knowledge), yang kemudian menjelma menjadi apa yang disebut teori dan praktik klasifikasi. Kegiatan yang sebelumnya terlihat teknis-prosedural ini mendapat dukungan teori Ketika H.E. Bliss tahun 1926 mempublikasikan karyanya tentang bibliographic classification. Buku ini mendapat dukungan dari John Dewey, seorang filsuf, yang menulis kata pengantarnya.
  2. Studi kuantitatif terhadap produksi bibliografis (bibliographic production). Salah satu pencetus “statistical bibliography” adalah E.W. Hulme di tahun 1922. Lalu tahun 1934 Bradford dan Lancaster Jones pertama kali memperlihatkan hal yang menarik tentang distribusi bibliometrik.
  3. Pada periode sama dengan semakin populernya bibliometrik, muncul survei tentang bagaimana masyarakat menggunakan buku dan perpustakaan. Kajian awalnya dilakukan oleh Waples. Pada periode ini pula muncul Ranganathan yang membuat formulasi “five laws of library science”. Dia memang menegaskan bahwa hukumnya ini bukanlah generalisasi ilmiah (scientific generalizations), melainkan “norms, percepts, guides to good practice” dalam serangkaian kalimat yang amat terkenal “Books are for use; every reader his book; every book its reader; save the time of the reader, and of the staff; a library is a growing organism”.

Ketiga bidang kajian itu kemudian berkembang lebih lanjut. Menurut Vickery dan Vickery ada empat hal yang menjadi fokus perhatian:

  1. Fenomena dan persoalan dalam komunikasi di kalangan ilmuwan dan teknologi, yang melahirkan topik khusus bernama ‘informasi ilmiah’ (science information).
  2. Penggunaan teknologi, terutama teknologi komputer dan telekomunikasi, dalam pengelolaan informasi. Tajuk untuk topik ini seringkali secara umum disebut ‘teknologi informasi’ (information technology).
  3. Penerapan metode ilmiah untuk mengatasi masalah-masalah praktis di bidang informasi, atau disebut juga ‘kajian sistem informasi (information systems study).
  4. Penelitian ilmiah tentang komunikasi informasi di dalam masyarakat. 

Vickery dan Vickery menganggap no. 4 adalah pengertian ilmu informasi. Mereka juga menegaskan bahwa ilmu informasi tidak hanya berurusan dengan komunikasi informasi ilmiah, tetapi juga komunikasi informasi tentang berbagai aspek kehidupan lainnya.  Kita dapat melihat dengan jelas bahwa Vickery dan Vickery amat dipengaruhi oleh pandangan mekanistik tentang komunikasi, sebagaimana yang dipelopori oleh Shannon dan Weaver.

Bacaan:

Vickery, Brian C. dan Alina Vickery (1989) Information Science in Theory and Practice, London : Bowker Saur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: