Ilmu Perpustakaan & Informasi

diskusi dan ulasan ringkas

Teori ASK-nya NJ Belkin

Posted by putubuku pada Maret 27, 2008

Nicholas J. Belkin mengajukan sebuah teori yang diberinya nama ASK  -singkatan dari anomalous state of knowledge (keadaan pengetahuan yang mengalami anomali). Dalam bahasa Inggris, tentu saja “ask” berarti bertanya. Teori ASK memang juga sedikit-banyaknya berkaitan dengan kegiatan bertanya dalam rangka menemukan informasi. Secara formal, pertanyaan atau permintaan informasi biasa disebut sebagai query. Bagi para peneliti dan ilmuwan informasi, query merupakan sebuah fenomena yang sekaligus menarik dan misterius, sehingga begitu banyak dilakukan penelitian terhadapnya. Pertanyaan yang paling mengganggu adalah: dari mana datangnya query? Kenapa orang mengajukan query, dan apa yang sebenarnya terjadi pada diri manusia ketika mereka mengajukannya?

Setiap pustakawan pun menghadapi hal serupa di setiap saat kegiatannya. Entah ketika dia bertugas di meja sirkulasi, di bagian referensi, atau di depan komputer ketika mengatalog; setiap kali pastilah muncul bayangan di kepala pustakawan  – apa yang akan dicari atau diminta oleh para pengguna perpustakaan. Itulah sebabnya, topik tentang “apa sih maunya pengguna?” merupakan salah satu topik paling populer dalam ilmu perpustakaan dan informasi.

Belkin memulai teori ASK dengan mengasumsikan bahwa sebuah proses komunikasi tidak selamanya selalu dimulai atau dipicu oleh si penyampai informasi (komunikator). Proses komunikasi dapat pula dimulai oleh si penerima (recipient atau komunikan). Dalam dunia perpustakaan dan informasi, tentu saja komunikan adalah yang kita sebut pengguna (users) itu. Proses komunikasi di perpustakaan maupun di Internet biasanya memang dipicu oleh pengguna yang  -langsung atau tidak langsung-  meminta informasi kepada sistem. Dari permintaan inilah terjadi berbagai aktivitas yang berakhir dengan “bertemu”-nya pencipta informasi dengan penerima informasi.

Hal berikutnya yang diperhatikan oleh teori ASK adalah tataran kognitif (cognitive level) dari setiap pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Baik si pencipta informasi maupun si penerima informasi memiliki kondisi kognitif (pikiran) yang spesifik. Di pihak pencipta informasi, kondisi kognitif ini disesuaikan sedemikian rupa sehingga dapat disampaikan dalam bentuk teks atau bentuk-bentuk lainnya. Setiap informasi  -menurut teori ASK-  mengandung struktur kognisi tertentu. Sedangkan di pihak penerima informasi, terjadi keadaan anomali, yaitu keadaan ketika struktur kognisinya mengalami kekurangan alias tidak memadai. Anomali inilah yang mendorong seseorang untuk mencari informasi.

Jadi, secara sederhana teori ASK percaya bahwa keadaan anomali di dalam pikiran manusialah yang mendorong terjadinya proses komunikasi di bidang perpustakaan dan informasi. Jika sebuah sistem dapat mengenali anomali ini, maka sistem tersebut akan dapat berfungsi lebih baik dibandingkan jika sistem itu hanya sekadar menerima permintaan informasi. Teori ASK secara spesifik mengritik pandangan yang hanya menggunakan query sebagai patokan untuk mencari informasi. Misalnya, jika sebuah query berbunyi “Saya mencari buku tentang Pangeran Diponegoro”. Sebuah sistem informasi, menurut teori ASK, seharusnya tidak segera memproses pertanyaan itu. Sebaiknya, teori ASK menganjurkan agar sistem tersebut bertanya lebih jauh sehingga menemukan “keadaan anomali” dalam diri si penanya. Mungkin saja sebenarnya yang dicari adalah buku tentang peran kaum agama dalam perjuangan kemerdekaan, atau mungkin juga tentang sejarah nama sebuah jalan di ibukota.

Persoalannya adalah: bagaimana membuat sistem yang dapat mengenali atau memproses pengajuan pertanyaan pengguna. Jika sistem tersebut mengandung manusia (misalnya dalam kasus di meja rujukan), mudah membayangkan proses dialog yang terjadi ketika seorang pengguna datang bertanya. Kalau sistem tersebut sepenuhnya dijalankan oleh komputer, bisakah ada fungsi dialog? Inilah yang sedang terus menerus diteliti, antara lain dengan menggunakan teknologi sistem pakar (expert system) dan intelegensi buatan (artificial intelegence).  Belkin dan kawan-kawan lalu membuat sebuah proyek bernama MONGREL yang dapat Anda lihat di alamat ini:  http://www.scils.rutgers.edu/etc/mongrel/

3 Tanggapan to “Teori ASK-nya NJ Belkin”

  1. Ati Swt said

    Pak Putu yth,

    Saya sudah mendapatkan teori ini dari Bpk sejak saya kuliah th.1994 dulu. Pertanyaan yang menggelitik saya tentang teori ASK, apakah saat bertanya orang itu benar-2 dalam keadaan Anomali? Apakah mereka tidak punya pengetahuan dasar tentang apa yang ia tanyakan? Disamping itu, Apakah ada teori-2 baru yang mendukung pencarian informasi dan Kajian Pemakai?

  2. putubuku said

    @ Ati Swt. Teori ASK berkembang menjadi berbagai macam teori kognisi. Ibu Ati bisa melihatnya di kategori “Kognisi” di blog ini. Mengenai “anomali” memang Belkin menjelaskan bahwa kondisi itu tidak sama dengan “kosong”. Artinya, Belkin berasumsi bahwa semua orang sudah punya pengetahuan dalam bentuk struktur kognisi, dan ini dapat dikategorikan sebagai “pengetahuan sebelumnya”. Namun pada suatu saat seseorang merasa bahwa ada titik dalam struktur tersebut yang belum lengkap, sehingga menimbulkan kondisi “kekurangan”. Inilah yang kemudian menimbulkan “anomali”. Teori ini banyak dikritik karena tidak menjelaskan anomali sebagai sesuatu yang dinamis. Seolah-olah anomali itu bersifat tetap, lalu menghilang setelah seseorang mendapatkan informasi yang diperlukan. Dalam kenyataannya, anomali dapat terjadi berulang-ulang, dan berubah-ubah. Seseorang bisa mencari informasi yang sama berkali-kali dalam hidupnya untuk keperluan yang berubah-ubah. Misalnya, seorang Ibu mungkin mencari informasi tentang resep masakan “sayur asem” berkali-kali dalam hidupnya, untuk keperluan yang berbeda-beda. Apakah itu artinya si Ibu selalu mengalami anomali? Atau apakah anomali-nya berubah-ubah? Hal inilah yang tidak terjawab oleh Belkin karena teorinya terlalu “statis”. Tetapi sebagai sebuah teori dasar, ASK cukup bagus untuk menjelaskan kaitan antara kebutuhan informasi dan kondisi pikiran seseorang.

  3. NupHy said

    bagaimana BYar ILMu i2 Manfaat. . . ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: