Ilmu Perpustakaan & Informasi

diskusi dan ulasan ringkas

Interdisiplin

Prentice (1990) menyatakan Ilmu Informasi sebagai disiplin, dan khususnya memakai pendekatan interdispliner (interdisciplinary approach). Dia menyatakan disiplin sebagai struktur, isi, dan implikasi dari sekumpulan pengetahuan tertentu (body of knowledge). Dalam perkembangan pesat saat ini, maka disiplin menjadi semakin kompleks.

Ada banyak disiplin yang berbeda-beda tetapi mungkin memiliki titik-awal dan tujuan yang sama, dan mungkin hanya berbeda dalam cara masing-masing memandang persoalan (subject matter) yang sama. Di dalam masyarakat, sebuah disiplin akademik biasanya membentuk organisasi profesional yang menerbitkan jurnal ilmiah, mengadakan konferensi, atau memberi penghargaan kepada ilmuwan atau peneliti yang dianggap mumpuni. Selain memiliki organisasi, sebuah disiplin juga biasanya memiliki “bahasa khusus” untuk memperlancar komunikasi ilmiah antar ilmuwan, strategi kebenaran (truth strategies) yang mempertegas perbedaan satu disiplin dari yang lainnnya., dan organisasi pengetahuan.

Sebuah disiplin lahir dan tumbuh dengan berbagai cara, misalnya:

  1. Pecahan dari disiplin yang sudah ada.
  2. Berada di pinggiran dari sebuah disiplin, dan tidak lagi menjadi pusat perhatian disiplin itu, lalu memisahkan diri menjadi disiplin khusus.
  3. Gabungan dari berbagai disiplin karena ada kesamaan –> bisa berbentuk disiplin baru atau interdisciplinary.
  4. Kebutuhan untuk mengatasi persoalan penting yang khas.

Selain Ilmu Informasi, Prentice memberi beberapa contoh disiplin baru. misalnya sosiologi pedesaan (rural sociology), arkeologi industri (industrial archeology), kajian penduduk setempat (native studies), sejarah ilmu pengetahuan, antropologi wanita , dan komunikasi ujaran (speech communication). Di Indonesia kita juga memiliki kajian ketahanan nasional, kajian lingkungan, dan kajian wanita.

Beberapa disiplin juga memperlihatkan fokus kepada upaya mengatasi masalah-masalah spesifik melalui kerjasama berbagai ilmu, misalnya:

  • Kedokteran hewan menggabungkan pengetahuan yang didapat dari ilmu tentang genetik, patologi, dan ilmu-ilmu dasar (basic sciences).
  • Kerja sosial menggabungkan pengetahuan yang didapat dari bidang hukum, ilmu perilaku dan psikologi.
  • Perencanaan sosial menyempat dari kerja sosial dan menambahkan bidang pengetahuan perencanaan regional (regional planning) ke dalamnya.
  • Kedokteran gigi menyempal dari kedokteran umum dan menambahkan pengetahuan budaya, terutam aspek estetika ke dalamnya.

 Terkadang penggabungan berbagai disiplin memperlihatkan berbagai ciri yang berbeda, sehingga Prentice membedakan antara tiga hal, yaitu:

  • Interdisipliner (interdisciplinary) adalah interaksi intensif antar satu atau lebih disiplin, baik yang langsung berhubungan maupun yang tidak, melalui program-program pengajaran dan penelitian, dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis.
  • Multidisipliner (multidisciplinay) adalah penggabungan beberapa disiplin untuk bersama-sama mengatasi masalah tertentu.
  • Transdisipliner (transdisciplinarity) adalah upaya mengembangkan sebuah teori atau aksioma baru dengan membangun kaitan dan keterhubungan antar berbagai disiplin. 

 Sementara itu, menurut Paisley (1990), Ilmu Informasi merupakan bagian dari sebuah konstelasi berbagai disiplin dan wilayah penelitian interdisipliner yang punya fokus sama, yaitu komunikasi manusiawi (human communication). Dia merujuk ke pendapat Fritz Machlup dan Jesse Shera yang sama-sama menganggap bahwa disiplin informas memperhatikan salah satu aspek dari sistem komunikasi yang menyeluruh (total communication system). Tulisan Vannevar Bush – As We May Think, sering dianggap sebagai “the manifesto of information science” walaupun Bush tidak menggunakan kata informasi, melainkan komunikasi dan pengetahuan.

Dalam pandangan Paisley, di dunia barat dan di Amerika Serikat muncul kecenderungan pihak teknologi dan rekayasa menggunakan istilah ‘informasi’ sementara pihak sosial-budaya menggunakan istilah ‘komunikasi’. Dalam konteks ini maka informasi lebih sering dikaitkan dnegan entitas yang tersimpan dan tersalurkan melalui teknologi tertentu, baik dalam bentuk perpustakaan maupun Internet. Sementara komunikasi merujuk ke proses yang dijalani manusia untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. 

Paisley berpendapat bahwa Ilmu Informasi  selama ini lebih berurusan dengan simpan dan temu kembali informasi, dan kurang memperhatikan aspek proses komunikasi dan lingkungan sosial-budaya yang mempengaruhinya.  Sebaliknya Ilmu Komunikasi, khususnya disiplin komunikasi massa, lebih berurusan dengan kajian terhadap pengaruh media, terutama televisi, dengan lebih memperhatikan aspek sosial budaya daripada teknologi informasinya. 

Dalam perkembangan selanjutnya, menurut Paisley, ada tiga hal yang semakin lama semakin mempertegas ciri-ciri Ilmu Informasi sebagai multidisiplin, yaitu:

  • Informasi semakin diletakkan dalam konteks institusi, terutama perpustakaan, sekolah, media massa, perencanaan sumberdaya informasi, penyediaan jasa informasi, dan pengembangan sistem informasi.
  • Teknologi komunikasi memainkan peranan penting dalam perubahan, tetapi konteks sosial semakin diperhatikan juga. Perpustakaan digital, misalnya, tetap adalah sebuah perpustakaan.
  • Konteks epistemologi semakin dipertegas, karena kenyataan bahwa Ilmu Informasi juga mengandung beberapa cabang dari analisa sistem, statistika linguistik, cybernetics, dan antarmuka manusia-mesin, terutama yang dipengaruhi oleh pandangan kognitif dari bidang psikologi. 
  • Konteks sosial juga ikut dipertegas, terutama dengan mempelajari aspek sosi0-historis dan ekonomis dari penerapan teknologi informasi. Paisley mengingatkan bahwa Royal Society’s Conference of Scientific Information di tahun 1948 sudah bicara tentang bidang baru informasi bahkan sebelum ada komputer. Tahun 1950an dan 1960an ada upaya membangun sistem informasi untuk mendukung BigScience, dan baru pada pertengahan upaya itu muncul komputer. Makanya computer science dan information science berdekatan, sebelum akhirnya juga mengait ke hukum, psikologi, dan sebagainya. Juga ada kaitan dengan bisnis menjadi kajian khusus seperti business information dan  information industry.

Bacaan: 

Paisley, W. (1990), “Information Science as a Multidiscipline” dalam  Information Science – The Interdisciplinary Context, ed. J. M. Pemberton dan A.E. Prentice, New York : Neal-Schuman Publishers.

Prentice, A.E (1990), “Introduction” dalam Information Science – The Interdisciplinary Context, ed. J. M. Pemberton dan A.E. Prentice, New York : Neal-Schuman Publishers.

4 Tanggapan to “Interdisiplin”

  1. interdisipliner..interdisipliner.. kau membuatku pusiiing..

  2. dian said

    iaaa susah banget cari pengertiannya multidisiplin ama interdisiplin . di google ga ada

  3. icha bria said

    iya sangat membingnngkan interdisiplin dan multidisiplin, contohnya hampir sama antara keduanya, ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: